Jumat, 28 Oktober 2016

Psikologi dan Internet (Softskill)

ASPEK PSIKOLOGI DARI INDIVIDU PENGGUNA INTERNET

1.Fenomena Identitas Diri Melalui Internet
Melalui identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif. Bahkan identitas online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang merupakan adaptasi yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga memfasilitasi keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu mengekspresikan diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia maya, kerena media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri lebih intim denga mediasi layar dan nama samaran.
      
Transparansi membuat masyarakat sekarang berbuat maupun mencari sesuatu yang kredibel. Orang tidak gampang dibohongi. Semua jejak rekam kita ada di dalam internet. Kita dituntut bisa hidup otentik. Namun di sini lain, internet juga menyuguhkan ketidakotentikan yang ujungnya ketidakkredibelan. Contoh kasus, maraknya akun-akun palsu di media sosial yang mempunyai daya pengaruh kuat (di Twitter, misalnya Benny Israel). Selain itu, muncul gerakan Anonymous di media sosial. Hal ini yang justru melahirkan ketidakpercayaan. Di internet, kita bisa kelihatan jati diri kita tapi juga bisa menyembunyikan jati diri kita. Lain contoh adalah kejahatan maupun penipuan online, melalui Facebook yang selama ini marak. Fenomena kepribadian ganda juga bisa masuk di sini.
Contoh kasus :
Sebuah Universitas di Jeman meneliti seorang pasien wanita yang telah bermain games di internet selama beberapa jam sehari dengan periode lebih dari tiga bulan dan menggunakan berbagai personalitas dari sejumlah tokoh-tokoh rekaan secara lambat laun mengambil alih personalitas yang telah diabaikan. Pasien tersebut kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosial miliknya sendiri, kata Bert de Wildt dari Universitas itu seperti dilaporkan DPA dalam psikoanalisis para ahli terapi menemukan pasien wanita itu telah berkembang menjadi berkepribadian ganda.
Adapun seseorang yang bernama Billy, nama aslinya William Stanley Milligan dia memiliki 24 kepribadian, dia adalah orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak bersalah atas berbagai tindak kriminal serius dengan alasan tidak waras, karena dia memiliki kepribadian majemuk. Dia tidak pernah ingat tindak kriminal yang dilakukannya. Orang lain melihat fakta-faktanya memang dia yang melakukan, tetapi Billy tidak pernah ingat dan tidak pernah merasa.
Dunia virtual memang bukan dunia real. Kartunis Peter Steiner pernah mengirim karikatur seekor anjing sedang bermain internet dan dipublikasikan di The New Yorker, 5 Juli 1993 dengan tulisan “On the internet, nobody knows you’re a dog.” Sementara itu, pemikir Prancis Jean Baudrillard menandaskan dunia sekarang semakin masuk ke hipperrealitas di mana kita tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang bukan. Perasaan kita bisa turut lebih hanyut pada penderitaan tokoh dalam sinetron yang notabene tidak nyata daripada tersentuh dengan nasib tetangga yang nyata ada dan sedang kena musibah. Psikolog John Suler, seperti dikutip dari buku “Facebook and Philosophy: What’s on Your Mind?” (2010), mengatakan bahwa dunia online telah memicu “disinhibition effect” di mana orang lebih gampang menampilkan kesejatian dirinya (self-disclose) bila dibanding dalam dunia nyata. Di sini, orang bisa mengeluarkan semua isi hati, kekesalan, kritikan, komentar provokatif, dan sebagainya.

2.Karakteristik Kepribadian Pengguna Internet
Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya.

Orang yang dalam dunia nyata terkenal pendiam, bisa menjadi pembual di dunia online. Hal ini kental dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya yang nyata (real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut sebagai dunia virtual dan dengan identitas yang anonim.





ASPEK DEMOGRAFIS DARI INDIVIDU PENGGUNA INTERNET
Aspek demografis adalah aspek yang harus mempertimbangkan gender, usia, budaya dan SES ( Social – Economic – Status ) dalam interaksi individu dan internet.
Situs jejaring social memiliki beragam fitus teknis. Namun pada umunya, mereka memuat dan memperlihatkan profil penggunanya serta daftar teman yang juga merupakan pengguna dalam system tersebut. Umumnya profil disusun berdasarkan pernyataan yang mengacu pada usia, gender, lokasi, dan “tentang saya”. Biasanya pengguna dapat mengetahui gender pengguna lain berdasarkan nama atau foto profil yang diunggah pengguna lain. Ini digunakan untuk memperkenalkan diri kepada dunia maya tentang siapa dan bagaimana tentang dirinya.
Gender merupakan perbedaan yang sangat besae dan terlihat didalam interaksi manusia. Dalam internet kita tidak dapat melihat orang yang kita ajak berinteraksi secara langsung. Banyak pengguna internet beranggapan bahwa orang yang sedang berinteraksi adalah laki-laki. Hal ini disebabkan oleh mayoritas halaman alamat internet yang dikunjungi adalah game online. Tetapi lain halnya dalam media sosial yang menyertakan nama dan foto sang pengguna. Tetapi banyak juga yang memakai nama atau foto yang tidak sesuai dengan aslinya, misalnya ada seseorang menggunakan nama dan foto seorang laki-laki, tapi pada kenyataannya dia bukanlah laki-laki, melainkan seorang wanita.
Kini seiring dengan berkembangnya globalisais, teknologi internet pun meluas ke semua kalangan tidak hanya kalangan yang dewasa dan remaja, sekarang anak-anak dibawah umur pun sudah mengetahui dan menggunakan internet. Namun banyak orang yang salah dalam menggunakan internet. Sekarang ini banyak orang yang membuka situs-situs porno atau situs yang mengandung hal-hal negatif. Dengan kita membuka situs-situs porno atau negatif, tentunya itu akan merusak moral, inilah penyalahgunaan kemajuan teknologi, seharusnya dengan majunya teknologi sekarang ini kita dapat menggunakannya untuk hal-hal yang positif, seperti memperluas ilmu pengetahuan dan lainnya.
Keterkaitan manusia dengan internet dalam bidah budaya adalah kita dapat memanfaatkan internet untuk memperkenalkan budaya-budaya yang ada di Indonesia karena Indonesia kaya akan budaya. Kita dapat memperkenalkan kebudayaan kita dengan interenet agar Negara lain tertarik dengan budaya Indonesia dan dapat menikmatinya. Tapi sisi negatifnya dengan mudahnya budaya bisa dijeplak, dan diakui oleh Negara lain.
Pengaruh-pengaruh internet terhadap:
A. Gender
Dampak positif internet
Dilihat dari segi positif nya internet memiliki banyak sekali dampak yang sangat luar biasa hebatnya pada dunia pengetahuan. Para wanita karir maupun ibu rumah tangga kini dapat memiliki banyak sumber dan pedoman serta informasi-informasi untuk dunia kerja maupun keperluan sehari-hari misalnya : informasi untuk pekerjaan ,informasi resep makanan bagi ibu rumah tangga.
Selain program didalam dunia kerja, internet juga menawarkan aplikasi berbentuk permainan elektronik yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan pendidikan formal tertentu. Permainan elektronik tersebut membantu wanita karier untuk menghilangkan kejenuhan dalam berkerja, membuat strategi, membangkitkan semangat kepemimpinan, dan bermain peran (role play).
internet juga bisa menjadi tempat bisnis bagi wanita yaitu dengan online shop dengan begitu wanita bisa mempunyai penghasilan sendiri namun ia tetap bisa dirumah mengurus keluarganya .
Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative.
Dampak negatif internet
1. Kejahatan di dalam dunia maya
2. Pornografi
3. Kekejaman dan Kesadisan
4. Penipuan
5. Penipuan belanja online
6. Perjudian
7. Mengurangi sifat sosial manusia
B. Usia
Masa anak-anak adalah masa keemasan dimana anak-anak berada dalam masa bermain serta belajar terhadap apa yang belum diketahuinya. Tapi, dimana sekarang perubahan teknologisemakin pesat, banyak anak-anak terutama pada anak yang berusia 5 hingga 12 tahun lebih menyukai bermain dengan teknologi baru seperti playstation, game online, handphone, tablet ataupun ipad.
Dampak positif
Memudahkan anak mendapatkan informasi dengan lebih cepat.
Anak dapat mengenal serta menjalin komunikasi dengan berbagai orang dari belahan dunia.
Akibat kemajuan teknologi, banyak permainan-permainan kreatif dan menantang yang ternyata banyak disukai oleh anak-anak.
Dampak negatif
Anak terlalu cepat puas dengan pengetahuan yang didapatnya dari dunia.
Karena teknologi memberikan banyak kemudahan, tidak sedikit anak-anak tidak sabar dalam menghadapi kelambatan dan kesulitan.
Selain itu, kemajuan teknologi berdampak pada kurangnya sosialisasi anak pada teman-temannya karena lebih menyukai menyendiri dengan permainan teknologinya.
C. Budaya
Pada masa sekarang, kita semua pasti tahu bahwa kemajuan teknologi terasa begitu sangat pesat. Pesatnya kemajuan ini tentunya membawa banyak perubahan terhadap kebudayaan di Indonesia. Tidak bisa di pungkiri bahwa kemajuan teknologi informasi ini memang harus terjadi di Negara Indonesia ini, agar Negara Indonesia tidak kalah saing dengan Negara lain.
Dampak Positif
Pertukaran informasi berlangsung sangat cepat.
Memudahkan pekerjaan manusia.
Pekerjaan yang dilakukan seseorang menjadi lebih efektif dan efisien
System pembelajaran tidak harus tatap muka dengan guru karena dengan kemajuan TIK khusunya Internet kita bisa melakukan V-class. Dan masih banyak yang lainnya.
Dampak negative
1. Masuknya budaya asing yang tidak baik.
2. Lupa akan waktu
3. Merosotnya nilai moral
D. SES
Dewasa ini kita telah masuk ke dalam era cyber, dimana otak manusia terus berkembang serta menyempurnakan teknologi. Jika dilihat dari sejarah internet dahulu hanya untuk kepentingan militer saja dan bukan untuk komersil. Namun, masuk ke era selanjutnya yaitu penggunaan internet di institusi pendidikan merubah pola fikir manusia yang secara keseluruhan masuk kedalam era komersial, seperti era yang sekarang.Internet telah merubah cara interaksi kita terhadap informasi, bisnis, ekonomi, sosial budaya, dan lain-lain. Internet telah menjadi sasaran utama pencarian seuatu, seperti engine search terbesar adalah google. Kita dapat mencari informasi tanpa adanya batasan waktu, tidak seperti media lainnya. Aspek demografi merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perilaku konsumen untuk mengambil keputusan dalam pembelian, termasuk juga perilaku penggunaan internet.

    Adapun penghasilan keluarga menurut Aisyen (2010) merupakan salah satu tema penting dalam mengelola keuangan keluarga, karena besarnya uang masuk akan mempengaruhi besarnya uang yang akan di keluarkan. Penghasilan adalah gaji tetap yang diterima setiap bulan. Penghasilan akan erat kaitannya dengan kemampuan orang untuk memenuhi kebutuhan gizi, perumahan yang sehat, pakaian dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan

   Data demografis adalah suatu deskripsi mengenai gambaran karakteristik penggunaan Internet yang meliputi tingkat usia, jenis kelamin, tingkatan pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan pengguna. Dari karakter tersebut, saya akan memaparkan tentang faktor tingkat pendapatan pengguna atau status sosial ekonomi (SES) pengguna internet.

    Tingkat pendapatan di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pengaksesan internet karena mahalnya biaya akses (Suhardiman, 2002). Hal ini disebabkan oleh :

1.Kebutuhan akan penetrasi sambungan jaringan telepon masih rendah.
2.Distribusi sambungan akses internet tidak merata di seluruh wilayah Indonesia karena sistem distribusi jaringan akses internet masih terpusat pada kota besar saja.
3.Masih mahalnya sewa transponder satelit untuk melakukan akses internet sebagai tulang punggung back bond untuk mempercepat akses internet yang mempunyai respon sangat tinggi.

    Pada usia 17-29 tahun adalah tahap yang paling banyak penggunaan internetnya. Pada usia tersebut tingkat on-line sebuah aplikasi di internet lebih banyak karena pada usia tersebut waktu luang untuk bersosialisasi sangat sedikit. Dikarenakan egosentrisme yang masih tinggi dan individualisme menuntut mereka untuk berinteraksi di sosial media ketimbang di dunia nyata.

    Dilihat dari segi pendidikan, tingkat sarjana merupakan pengguna terbanyak, disusul SLTA dan masyarakat umum yang tidak terlalu mementingkan sebuah informasi. Jika dilihat dari pekerjaannya, maka karyawan lebih sering menggunakan internet, karena mobilitas mereka yang padat dan untuk mencari rekan bisnis dan juga mencari informasi untuk membantu pekerjaannya. Pelajar atau mahasiswa adalah pengguna terbanyak internet saat ini, karena sumber informasi yang banyak dan tanpa adanya batasan waktu ada di jaringan internet.


Contoh kasus :
Kasus yang baru- baru ini tengah panas adalah , seorang anak perempuan berusia 14 tahun tewas setelah diperkosa oleh 14 lelaki , karena video porno di kawasan bengkulu.
Dari kasus tersebut kita dapat analisis bahwasannya internet juga dapat berpengaruh dalam pembentukan karakter atau jati diri seseorang. Sehingga apabila seseorang tidak dapat memfilterisasi apa yang ia akses maka akan merusak diri pengakses. Dengan demi kian, bijaklah dalam menggunakan internet. Ketahuilah konten apa saja yang layak dan tidak layak di akses agar internet tidak merusak karakter pengakses.

 Sumber :