Sabtu, 03 Desember 2016

Tugas Soft Skill (Kelompok Kerja dan Brainstroming Elektronik & Mengembangkan Kepercayaan dalam Tim Virtual)



Kelompok Kerja dan Brainstroming Elektronik

Brainstorming adalah grup kreativitas teknik  di mana sebuah kelompok mencoba untuk menemukan solusi untuk suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan daftar ide spontan disumbangkan oleh para anggotanya. Brainstorming dikembangkan dan diciptakan oleh Alex Osborn Faickney  pada tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi.
Dalam buku itu, Osborn tidak hanya mengusulkan metode curah pendapat, tetapi juga membentuk aturan yang efektif untuk hosting sesi brainstorming. Brainstorming telah menjadi teknik kelompok populer dan telah menimbulkan perhatian di akademisi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji dalil Osborn bahwa  brainstorming lebih efektif daripada individu yang bekerja sendiri dalam menghasilkan ide. Beberapa peneliti telah menyimpulkan bahwa pernyataan tersebut adalah palsu (brainstorming adalah tidak efektif), sementara yang lain menemukan kelemahan dalam  penelitian dan menetapkan bahwa hasilnya tidak meyakinkan. Selanjutnya, para peneliti telah membuat modifikasi atau variasi diusulkan brainstorming dalam upaya untuk meningkatkan  produktivitas brainstorming. Namun, tidak ada bukti empiris yang menunjukkan bahwa variasi lebih efektif daripada teknik asli. Meskipun demikian, brainstorming dapat dari utilitas besar ketika kelompok rekening tersebut untuk, dan bekerja untuk meminimalkan proses kelompok yang mengurangi efektivitas.

Model-model dari brainstorming, antara lain :

1.                  Verbal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dalam sebuah pertemuan langsung.
2.                  Nominal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok akan tetapi tidak dilakukan secara langsung artinya ketika bertukar pikiran menggunakan alat bantu seperti kertas atau dengan cara chatting.
3.                  Electronic Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan alat seperti group support system. 
  
Tahapan dari teknik brainstorming

·                     Pemberian informasi dan motivasi
Pada tahap ini leader menjelaskan masalah yang akan dibahas dan latar belakangnya,  kemudian mengajak kelompoknya agar aktif untuk memberikan tanggapannya. 

* Identifikasi
Anggota diajak memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yang diberikan anggota ditampung, ditulis dan jangan dikritik. Pemimpin kelompok dan peserta dibolehkan mengajukan pertanyaan hanya untuk meminta penjelasan.  

* Klasifikasi
 Mengklasifikasi berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa juga berdasarkan struktur / faktor-faktor lain.  

* Verifikasi
 Kelompok secara bersama meninjau kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahan yang dibahas. Apabila terdapat kesamaan maka yang diambil adalah salah satunya dan yang tidak relevan dicoret. Namun kepada pemberi sumbang saran bisa dimintai argumentasinya.  

* Konklusi (Penyepakatan)
 Pimpinan kelompok beserta peserta lain mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan masalah yang disetujui. Setelah semua puas, maka diambil kesepakatan terakhir cara pemecahan masalah yang dianggap paling tepat. 
  
Langkah-langkah teknis  
Langkah-langkah dalam melaksanakan brainstorming, yaitu:
a.      Persiapan. 
1.    Mengundang peserta meeting.
2.    Memberikan agenda acara materi yang akan dibicarakan.
3.    Mempersiapkan ruangan dan fasilitas pendukung lainnya.


b.      Pelaksanaan.
1.    Menentukan batasan waktu yang digunakan.
2.    Menetapkan pimpinan meeting dan pencatat pembicaraaan (notulis).
3.    Menetapkan aturan main (rule of the game) bersama.
4.    Menentukan metode yang digunakan dalam brainstorming.
5.    Memberi kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan ide-idenya.
6.    Menuliskan setiap ide yang dilontarkan peserta.
7.    Melakukan pengelompokan ide yang sejenis.
8.    Melakukan pembahasan ide-ide.
9.    Mengambil keputusan.
10.  Menyimpulkan pembicaraan.

Keunggulan brainstorming
Ide yang muncul lebih banyak dan beragam  
* Kesalahan akan terdeteksi karena yang terlibat banyak orang
* Waktu dan tenaga dicurahkan oleh banyak orang dan dengan demikian terdapat lebih banyak akses informasi dan keahlian.

     Hambatan 
Dalam melakukan teknik brainstorming dapat timbul beberapa hambatan yang disebabkan antara lain:
1. Peserta tidak mematuhi aturan main, misalnya:
     -   Memberi komentar terhadap ide yang dilontarkan peserta lain.
     -   Dalam satu putaran, seorang peserta melontarkan lebih dari satu ide.
     -   Seorang peserta yang belum sampai gilirannya sudah menyampaikan idenya.
     -   Ada peserta yang mendominasi atau memotong pembicaraan peserta lain.
     -   Ada peserta yang bertanya pada saat proses berlangsung.  
2. Pencatat merubah ide (baik isi maupun maksud) yang dilontarkan oleh peserta 
3. Peserta tidak mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang 
4. Hambatan non teknis, seperti : takut salah, kurang antusias, dan kurang ada kerjasama

Mengingat hambatan tersebut, Team leader perlu memberi dorongan, teguran dan arahan kepada peserta untuk membantu kelancaran proses. Disamping itu, para peserta sendiri dituntut untuk menyadari prinsip-prinsip aturan main. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila suatu Team membicarakan permasalahan dengan teknik brainstorming, yaitu:  

1. Agenda acara yang akan dibahas dibagikan sebelum meeting dimulai
2. Mempersiapkan Team leader dan notulis yang cakap dalam memimpin meeting 
3. Catatan ide diperlihatkan kepada seluruh peserta pada saat ide itu dilontarkan
4. Memberi kesempatan kepada peserta yang mengalami hambatan untuk mengemukakan ide-idenya pada kesempatan khusus 




Mengembangkan Kepercayaan dalam Tim Virtual
Tim Virtual adalah sebuah tim yang dibentuk karena adanya keterbatasan waktu dan ruang dan tidak dapat bersatu secara fisik antara satu sama lain sehingga dibuatlah Tim Virtual menggunakan jaringan komputer agar dapat mencapai tujuan bersama. Tim Virtual biasanya dibuat ketika sekelompok orang ingin mengerjakan tugas kelompok atau hanya sekedar ingin berbagi informasi. Berikut adalah beberapa perbedaan dan persamaan Tim Virtual dengan tim yang bertemu secara fisik, antara lain:

Persamaan
1.       Adanya tujuan  yang ingin dicapai  bersama
2.       Adanya komunikasi dari setiap anggota tim
3.       Memerlukan adanya diskusi tim
4.       Kepercayaan dalam tim

  Perbedaan
1.       Kontak sosial yang terbatas pada tim virtual
2.       Ruang dan waktu
3.       Tingkat emosional setiap anggota
Tidak diragukan lagi terlihat banyak perangkat lunak atausoftware baru ditujukan untuk memudahkan kita bekerja samasecara virtual, kapan dan di mana saja: GoToMeetingSkype,BasecampGoogle docs, dll. Semakin banyak perusahaansoftware mengandalkan teknologi tersebut untuk membanguntim-nya secara virtual dan distributed – developers di Mexicodan Indonesia, QA di China dan Vietnam, dalam berlombamenciptakan product yang terbaik. Tim virtual menggunakanteknologi komputer untuk menyatukan anggota-anggota yangterpisah secara fisik untuk mencapai tujuan bersama. Sejumlahorang dimungkinkan untuk berkolaborasi secara onlinemenggunakan hubungan-hubungan komunikasi seperti jaringantride-area, konferensi video, atau e-mail, baik ketika merekahanya terpisah dengan satu ruangan maupun dengan benua. Tim virtual bisa melakukan semua hal yang dilakukan oleh tim yang lain, berbagi informasi, membuat berbagai keputusan, danmenyelesaikan tugas. Tim ini juga beranggotakan dari organisasiyang sama atau menghubungkan para anggota sebuah organisasidengan para karyawan dari berbagai organisasi lain (seperti parapemasok dan rekan-rekan bersama). Mereka bisa mengadakanrapat selama beberapa hari untuk menyelesaikan masalah,beberapa bulan untuk menyelasaikan sebuah proyek, atau secaratetap berdiri dalam organisasi.
​Tim virtual mampu melakukan pekerjaan mereka meskipunanggota-anggotanya terpisah ribuan kilometer dan terpisah olehsatu lusin zona waktu atau lebih. Tim ini memungkinkan orang-orang untuk bekerja sama, yang bila tidak demikian tidak akanbisa berkolaborasi.
Untuk membangun kepercayaan tim virtual yaitu:

a. Communication
​Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya bahasasangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukungyang jelas (seperti diagram, screenshotwireframe, dsb) — asaljangan over-communicate, Tidak hanya dalam tim virtual,komunikasi sangatlah penting dalam kehidupan kita denganmasyarakat, komunikasi dibutuhkan untuk menghindarikesalahpahaman dan kerancuan atau keraguan dalam tim.
b. Cultural Awareness
​Toleransi dan pengetahuan akan kebudayaan juga harusdiperhatikan, karena tidak semua anggota memiliki kebudayaandan pengetahuan yang sama seperti kita. Maka akan baik apabilamengadakan pedoman komunikasi ketika mulainya terbentuktim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahamanakibat perbedaan budaya. Cara penyampaian intensi baik didaerah A bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di B. Eratkaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung atau direct translation dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa memperhatikankonteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertianantara anggota.  Pengadaan pedoman komunikasi (imel,sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapatmembantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaanbudaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidaksepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan trial-and-error,kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekandengan baik.
c. Self Motivation
​Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat self-motivateddan mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan ataustruktur eksternal. Faktor penting berikutnya adalah result-oriented, karena tidak ada rekan di sekitar yang sadar betapaintensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas kecualipada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnyadengan jelas.
d. Trust
​Kepercayaan juga penting di antara anggota tim.Kepercayaan untuk mendukung semua point di atas sebagaibasis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasisemua individu yang bersangkutan. Kepercayaan memerlukanperhatian khusus di setiap titik perkembangan tim virtual.Karena antar anggota tim virtual biasanya berbeda tempat, makakepercayaan sangatlah penting.
​Untuk menciptakan teknologi baru para anggota Tim Virtual dituntut untuk berkolaborasi antar anggota tim . Hal inihars ditunjang dengan dipupuknya kepercayaaan antar anggotatim . Hal ini dapat dilakukan oleh Leader tim dengan melakukanlangkah - langkah sebagai berikut :
- Meningkatkan tanggung jawab bersama
- Pertukaran informasi
- Pengembangan ide - ide baru
- Memberikan motivasi kepada team
- Berani mengambil resiko dan tanggung jawab ketika proyektersebut mendapat masalah dan   dengan cepat menyelesaikanmasalah tersebut
- Menciptakan kejujuran dan keterbukaan satu sama lain

Sumber :
http://beendazed.blogspot.co.id/2013/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html


Contoh Kasus :
Dalam sebuah tim terdapat lima anggota sedang melakukan rapat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di tempat kerja mereka. Masing-masing anggota memiliki karakter yang berbeda. Karakter dari lima anggota tersebut diantaranya: keras kepala, pembosan, offended (tersinggung), pemalu, dan immature (belum dewasa). Saat melakukan diskusi, anggota yang paling berperan dalam mengutarakan pendapat adalah anggota berkarakter keras kepala karena ia merasa menguasai diskusi dan keputusan yang sedang dibahas dalam rapat, pendapat dari anggota lain (anggota berkarakter immature dan offended) pun tidak ditanggapi oleh dirinya. Sehingga anggota yang berkarakter immature dan offended tidak menerima sikap anggota yang keras kepala dan terjadilah debat dalam rapat. Sedangkan anggota yang berkarakter pemalu dan pembosan tidak mengeluarkan pendapat mereka.
Bagaimana cara supaya tim dapat berjalan effektif sehingga rapat dapat menghasilkan suatu keputusan bersama untuk memecahkan solusi yang terjadi dalam rapat?
Solusi
Seperti yang telah dibahas dalam materi kelompok kami, sebuah tim memiliki anggota yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengkoordinasikan kerja mereka untuk tujuan tertentu sehingga pada tim tersebut terdapat orang-oran yang memiliki tujuan kinerja yang sama.
Melihat kasus tersebut dimana anggota memiliki karakter berbeda-beda sebaiknya dapat dilakukan beberapa hal berikut:
1.      Sesama anggota dalam tim hendaknya mengesampingkan ego masing-masing terlebih dahulu karena diskusi yang sedang dilakukan mengenai tujuan bersama yang akan dicapai dalam suatu pekerjaan
2.      Sesama anggota dalam tim saling menghargai apapun pendapat dari anggota lain demi usaha yang akan dilakukan bersama-sama.
3.      Adanya pembagian tugas masing-masing anggota dalam tim yang disesuaikan dengan kemampuannuya masing-masing agar diskusi berjalan lancar seperti terdapat seorang pemimpin diskusi, pengevaluasi, pemikir, pekerja tim, penyelaras akhir, dan sebagainya.
4.      Setiap anggota tim diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapat secara bergiliran, sehingga semua anggota aktif dalam diskusi.
5.      Saling memahami dan menutupi kelemahan individu sehingga tercipta tim yang solid diperlukan hubungan yang harmonis dan mantap.
6.      Meningkatkan tipe tim problem solving dimana anggota melakukan pertemuan  sekian jam setiap minggu untuk berdiskusi membahas peningkatan kualitas dan efisiensi pekerjaan mereka yang saling berkaitan.